Senin, 29 Oktober 2012

I Will Not Let You Flying Solo

Pernah ada yang bilang..
When a love is real, usaha datengnya dari kedua pihak. Bukan dari satu orang doang.

Mungkin itu yang mendasari pemikiran yang mau gue jabarin sekarang.

Gue hidup di Jakarta. Whereas disini is sooooo urban.
Bukan hal aneh disini ngeliat mbak-mbak cantik dandan ke kantor. Dan juga bukan hal aneh ngeliat pandangan orang tentang mereka.

"Perempuan Jakarta, bisanya dandan.."
"Perempuan Jakarta, bisanya cari money saja, ngurus keluarga ga bisa.."

Dengan gampangnya, kenal pun engga, udah bisa ngomong gitu. Stupidos. Kenalan dulu sanah.

Gue kenal seorang wanita karir yang cukup sukses. Ibu dari dua orang anak yang sudah besar-besar.
Seriously, dia ga butuh sama sekali yang namanya kerja kalo alasannya cuma masalah ekonomi, ekonomi teratasi dengan baik tanpa dia harus kerja.

She is my Mom. My lovely one.

Then someday, i wonder why is she still working, feel the hard deadline, hard people.

Jawabannya satu..
"I won't let your dad flying solo."

Deep in her heart,
Mama sangat menghormati Papa. Engga pernah sekalipun Mama absen menjalankan kewajibannya sebagai istri di rumah.
Satu lagi fakta. Menjadi wanita karir tidak membuat seseorang tidak lagi menghormati suaminya.

Also deep in his heart,
Papa sangat memahami Mama. Tidak pernah meminta Mama untuk berhenti, sebaliknya.. Mendukung.
Dan lagi fakta, memiliki istri yang berkarir bukan berarti anda akan terabaikan.

Dan gue, sebagai anak..
Tidak pernah sekalipun merasa terabaikan dengan keadaan kedua orang tua gue yg banyak keluar.
Itu cara mereka ngedidik gue buat bisa mandiri, dan itu CARA mereka.
Semua orang tua punya caranya sendiri buat ngebesarin anaknya, kan?

You can not judge someone you don't even know well.

Karena yang penting dalam menjadi seorang perempuan dalam keluarga adalah..
Tentang seberapa ADA kita saat mereka butuh kita buat di sampingnya. Bukan tentang seberapa SERING.

Mungkin emang ga banyak waktu yg gue lewatin sama keluarga.
Tapi, semua yang udah gue lewatin, itu berharga buat gue.
Mereka berdua.. Adalah orang-orang terbaik yang ngebuat gue tau, apa itu cinta.

In the other hands, on my point of view..

Gue mau punya karir.
Gue mau nungguin suami gue pulang, bukan sambil arisan, tapi sambil bagi-bagi ilmu..
Bukan masalah uang..
Gue cuma engga mau suami gue doang yg usaha sendirian.
Dia yang nyari, gue yg abisin. Meskipun gue tau, itu udah kewajiban dia.

Gue ga mau nungguin anak gue di sekolah, karena gue tau..
Anak gue anak yang kuat dan pintar untuk menjalani hidupnya bersama orang lain, karena someday..
Gue bakal ngelepas dia buat nyari ilmu sejauh dia mau, dimana tempat ilmu itu berada.
Gue cukup anter untuk mendorong dia buat memulai. Dan menjemput, kalo kalo dia merasa terlalu lelah untuk melanjutkan..

Bahan baku gue buat itu cuma satu..
Rasa cinta gue buat seseorang yang ga akan gue biarin dia terbang solo..
Dan rasa cinta seseorang yg juga ga maksa gue buat diem dan nunggu dia pulang dari terbang solo-nya.

Lelaki pintar dengan pikiran luas,
I will not let you flying solo!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar