Rabu, 07 Agustus 2013

Mau Mati?

Jangan berani bilang bosan hidup, kalau gak bisa kau ambil nyawa kau lalu kau kasih ke orang yang lebih butuh.

There's always a reason for everything..
Kenapa kamu punya tangan, kenapa kamu punya kaki, punya mata, punya mulut, punya telinga, punya pikiran, punya rasa.

Gak ada sesuatu yang ada di dunia ini, yang engga ada maksudnya.
Lalu kamu mau apa dengan itu?
Mau sombong?
Mau sombong dengan bilang kamu mau mati aja atau kamu bosan dengan hidup kamu?
Yet you haven't exploring yourself more and more.

Really,
If you know the capacity your body and soul might capable of..
You need more than A LIFETIME to seek and catch it all!
Dan seharusnya itu ga bikin kamu pongah dengan berkata "bosan hidup".

If you want to work and think harder and deeper,
YOU DON'T HAVE A TIME (EVEN A SECOND).. UNTUK MERASA BOSAN.

Hey,
Feel a blessing God sent for you.

You can be a listener (if you want to)
You can be a speaker (if you want to)
You can be a watcher (if you want to)
You can be a doer (if you want to)
You can be a thinker (if you want to)

You can be anything you want to, IF
You are make a commitment with YOU that you will explore yourself..

Don't be afraid of life.
We're all life once.
Make it real.

Kalo sudah merasa terlanjur gak puas dengan diri sendiri yang sekarang..
Coba difikir lagi kalo kamu masih kebangun besok paginya,

"Is there a reason why God wake me up once again this morning? What is it?"
Then, make a change, there's another chance.

Dunia kadang terlalu adil,
Saat ada orang sehat yang sibuk mengeluh dan mau mati..

Disini ada yang terbaring menunggu untuk diberi perpanjangan waktu sedikit lagi.

Kalau alasanmu mengeluh adalah karena manusia selain kamu dan dirimu sendiri,
Tolong,
Jangan lakukan lagi..
Sesempurna dan sebaik apapun manusia itu, tetap.. Wadahnya salah.

Maafkan saja,
Dan berbahagialah.
God sent you from heaven for a reason.
Live it, let it be.

Jumat, 31 Mei 2013

Obsolete Omelette

"Anak saya memang begitu..
Sudah bisa menahan rasa sakitnya dari kecil
Siangnya bermain dan tertawa
Sorenya dia menulis diary, masih saya simpan tulisannya
Malamnya kadang dia menangis, berpura tidur saat saya tengok
Dan paginya ceria lagi."

Saya ga pernah tahu bahwa Ibu tahu segala hal yang saya sembunyikan.
Selama 21 tahun hidup saya.

"Ibu ga pernah tahu kenapa kamu nangis
Hanya merasa kalau kamu kesepian
Ibu sempat takut, kamu ga bisa survive di Jakarta
Ternyata kamu bisa
Kamu sekarang mandiri dan dewasa"

Itu semua karena saya mau jadi anak Ibu
Mau jadi anak ayah
Ayah dan Ibu itu kuat.

"Sudah, sudah cukup bikin omelettenya
Omelette kamu udah enak sekali.
Nenek udah pergi, jangan cari lagi rasa omelette seperti buatan nenek.
Biar Ibu yang bikinin walau beda rasanya."

Omelette bikinan Nenek yang udah ga ada, udah ga ada lagi rasa yang seperti itu.
Omelette buatan Ibu enak.
Aku mau bikin yang rasanya sama seperti buatan Nenek.
Bukan karena omelette Ibu ga enak,
Aku mau Ibu merasa perempuan yang Ibu sayang, sebagian darahnya ada di aku.
Ga pernah pergi. 
Aku bisa terus mencoba, sampai menemukan rasa yang sama.

***

ucapan Ibu yang ingin saya abadikan sedikit.
Terlintas begitu saja

Omelette saya kian usang


Selasa, 21 Mei 2013

Terima Kasih, Ayah. Terima Kasih, Ibu.

Saya melihat foto sepasang suami istri di samping televisi di kamar kos saya.
Sang suami tampak gagah berdiri tegap dengan senyum yang terukir tegas, rambut hitam, dan mata keabuan.
Sang istri duduk menyilangkan tangan senyumnya sangat menenangkan dan garis matanya yang luar biasa cerah.

Itu foto ayah dan ibu saya belasan tahun yang lalu..

Kembali saya melihat telepon genggam saya yang tersimpan dengan rapih foto  keluarga saya.
Kini tampak rambut putih yang banyak menghiasi rambut ayah saya.
Guratan halus yang mulai tumbuh banyak di wajah ibu saya.

Kembali saya berfikir..

Kedua orang tua yang saya cintai tidak selamanya muda.
Ayah saya, tidak akan selamanya mampu melindungi saya.
Ibu saya, tidak akan selamanya mengingatkan saya untuk rutin makan agar sakit maag saya tidak kambuh.

Ayah saya yang jarang menelepon saya, yang jarang saya dengar suaranya, yang jarang saya suarakan kata-katanya.. Namun satu hal yang saya tahu pasti, nama saya selalu ada di setiap do'anya. Setiap saat. 
Saya takut ayah pergi.

Ibu saya yang tidak pernah absen menanyakan kabar, yang kadang timbul perilaku manja saya kepadanya mengadu tentang hal ini itu. Yang masakannya adalah makanan surga yang diturunkan ke dunia.
Saya takut tidak bisa mengadu lagi pada ibu.

Saya mau minta maaf..

Minta maaf karena apa yang ayah dan ibu harapkan dari saya mungkin tidak sepenuhnya bisa saya laksanakan.

Minta maaf karena penjagaan yang ayah dan ibu lakukan untuk saya mungkin sia-sia adanya.
Bukan, bukan karena ayah adalah ayah yang tidak baik.
Bukan karena ibu adalah ibu yang tidak perhatian.
Melainkan karena saya sendiri yang terlalu banyak tenggelam pada dunia yang saya buat bersekat terlalu banyak.

Ayah, Ibu.
Semua pemaafanmu kepada saya adalah luar biasa.
Bagaimana bisa saya menyakiti kalian saat kalian tidak melihat?

Ayah dan ibu.
Ayah dan ibu saya.
Ayah dan ibu nomor satu di dunia.


Dan maafkan saya,
Karena tidak bisa menjadi yang nomor satu untuk ayah, dan untuk ibu.

I Love You.

Senin, 20 Mei 2013

Belajar Jadi Manusia, Dari Manusia

Halloo!
Setahun! Akhirnya acara yang sudah direncanakan selama setahun terakhir bersama teman-teman seangkatan sejurusan selesai juga kemarin, 19 Mei 2013.

Yep! INDUSTRIAL EXPO 2013 yang mengangkat tema "Foodievaganza".
Acara bazaar makanan dengan live music dengan guests star Maliq & D'Essentials, Gugun Blues Shelter, Soulvibe, Soul of Magnolia, Thrifty, Andira, and more! Rame banget!

Acara ini merupakan acara yang cuma diadain sekali, per angkatan.
Dana yang dibutuhkan pun engga sedikit, bener bener harus cari kemana-mana. 
Mulai dari donatur, iuran panitia, proposal sponsorship kesana kemari. Selama setahun! Dan mengkoordinasikan puluhan kepala panitia dalam event ini bukanlah hal yang mudah sama sekali.
Dan saya secara pribadi bersyukur mengingat acara ini bisa selesai dengan lancar dan kabarnya. Surplus. :))

Oke, jadi saya tergabung dalam kepanitiaan sebagai salah satu staff humas yang bertanggung jawab atas hubungan dengan masyarakat diluar dan mengkoordinir kedatangan para undangan pas hari H. Setelah itu, free job. Dan lanjut ke bagian Ticketing. Standby di ticket box untuk melayani pelanggan kami yang ingin beli tiket on the spot.

Disinilah cerita dimulai..

Saya bertemu banyak orang disini.
Salah satu yang paling berkesan adalah...

Bapak bapak separuh baya yang bertanya tentang acara yang kami adakan, dan setelah kami jelaskan,
beliau diam sejenak....
kemudian nyeletuk dengan sangat lantangnya...

"bagusan juga Tukul!!"
"Hah? Apa pak?"
"Lah iya! Iya kan! Bagusan juga Tukul! Berbobot!!"

Aduh. Kratak. Hati saya langsung patah rasanya.

Seolah saya abis melahirkan anak dan anak saya langsung dikata-katain cacat. Ergh.

Okelah itu masalah selera, tidak masalah
Masalahnya adalah, tidak perlu kan mencela selera orang yang memiliki selera berbeda dengan anda.

If you can not accept others tastes or likes, keep silent! 
Be human. Do you have a heart, don't you?

Oke, itu satu.

Lalu.. Saya gak ngerti kenapa orang-orang yang bilang "inshaallah" akan datang malah ga ada satupun yang datang.
Buat saya, "inshaallah" itu janji :(
Kalau cuma bilang itu karena ga enak, sumpah engga usah.
I better take the "kemungkinan besar tidak bisa", "saya kurang tertarik", atau "saya tidak bisa" answers sekalian. Sumpah.

Don't lie.. Don't lie dengan menggunakan nama Tuhan. Terserah jika masih mau begitu, tapi jangan lakukan itu kepada saya lagi ya. Irritating!

Okelah.. Saya belajar dari situ.
Belajar kalo saya manusia, saya bisa merasa.

Benar adanya kalau kata-kata itu seperti dua mata pisau. Bisa berjasa, bisa pula menyakitkan.

Kita, manusia..
Diberi senjata.
Senjata yang ada didalam otak dan hanya sebatas terbuka atau tertutupnya mulut kita.

Be human, put yourself in many perspectives before you talk..

We are human, we may feel.
We can feel, right?

Tapi semua yang ga enak itu terobati dengan banyaknya senior dan juga para undangan kami yang lain yang murah hati dan meringankan langkahnya untuk datang.
Juga para penyewa stand yang mau memengerti atas hadirnya cuaca kurang bersahabat yang ada diluar ekspektasi kami.
Dan saya bahagia bisa ikut serta tergabung dalam penyelenggaraan acara ini kurang lebih setahun sebelum saya selesai berkuliah disini dan pergi lebih jauh lagi mengejar apa yang telah saya cita-citakan.

Terima kasih teman-teman. Terima kasih semuanya!

Industri 2010!
Industri Satu! Industri Maju!







Selasa, 14 Mei 2013

Satu

Sudah saatku berbalik,
Ini cukup.

Pejamkan saja mata
Biar tak ada jingga
Biar ada hitam biar ada merah

Tuhan, 
Aku hanya minta satu,
Satu saja.

Sulitkah?

Kamis, 02 Mei 2013

My Sweetest Dream

Do you have a dream?
I have, the sweetest one.
It doesn't important for me to have it real, but..
It strengthen me a bit,
Make me smile. Even in the worst condition. Really sweet, ngebayanginnya aja udah bikin senyum senang, padahal engga nyata.
Hahaha. Konyol sih, tapi menyenangkan.


This dream is really sweet..
I just imagined that,

There is a room. Me inside the room.
Kaya kamar tidur, cat nya warna pastel..
Didalamnya ada banyak balon hidrogen yang nempel ke langit-langit kamar.
Di temboknya ada banyak foto candid gue.
Ada ratusan sketsa wajah gue ditempel, diatur dengan sangat baik ditemboknya (yang ini suka banget!)

Ada cupcake (hahaha ga ngerti kenapa ada cupcake, padahal ga suka, ya pokoknya menyenangkanlah!)
Ada kasur, ranjangnya rendah, double size, spreinya putih..
Ada teddy bearnya.
Jendela kamarnya besar, sinar mataharinya masuk, hangat.

Gitu doang sih, nyaman.
Nyaman, lalu jadi menyenangkan.

Mungkin itu namanya daydreaming, bukan mimpi. Yah tapi sweet banget rasanya.
Ga perlu jadi nyatapun, udah bikin senang. Aneh ya?

Mimpi terindahmu apa?


Minggu, 06 Januari 2013

Close My Eyes, and Say this..

Setiap orang pasti pernah ngerasa gugup kan?
Mau ga mau rasa gugup itu perlu untuk dihadapi. Bagaimanapun caranya dan sesulit apapun itu..

Hal yang biasa gue lakuin kalo ngerasain itu, biasanya gue coba ngomong dengan diri gue sendiri..

Insanity keep me insane, walaupun agak aneh.. But, it works..

Gue ambil posisi senyaman mungkin dimanapun itu, baik tiduran maupun duduk.
Tutup mata sebentar.
Terus gue ngomong ini..


"Semuanya akan baik baik aja
Yang perlu kamu lakuin hanyalah ngikutin waktu dan lakuin sebisanya..
Ga akan ada yang hilang walaupun kamu gagal..
Karena yang ga ada akan berakhir jadi engga ada juga..
Dan apapun yang Tuhan rencanakan, ga ada satupun tangan manusia yang bisa menggagalkan..

Lupain semuanya. Kembali lagi ke awal.

Tidak ada hal buruk yang ga bisa kamu lewatin.
Bersyukurlah karena kamu diberi ini, mungkin ini berarti karena kamu kuat.

Kamu cuma perlu diri kamu dan sedikit kepercayaan kalo kamu bisa..

Tutup mata..
Tutup telinga..
Rasain semua rasa yang kamu dengar.
Semua rasa yang kamu lihat.
Dan semua rasa yang sekarang mengalir di ujung jari sampai ujung kaki kamu.

Tanggalkan semua yang tidak perlu, dan sambut rasa bahagia.

Kamu ga tau kenapa,
Kamu bisa. Dan kamu hanya dan memang akan bisa melewati itu.

Lupain yang ga perlu. Kembali ke awal.
Lupain yang ga perlu. Kembali ke awal.
Lupain yang ga perlu. Kembali ke awal.

Kamu kuat.
Kamu sekarang bisa."

Yep, sesederhana itu, dan perasaan berangsur-angsur terasa membaik..

Air mata yg tadinya jatuh, mereda.
Rasa kesal ke orang, menipis.
Bisa ikhlas sedikit sedikit.

Bukan hal besar,
Mungkin cuma mencoba berteman dengan diri sendiri.