Setiap orang punya bakat dan kesukaannya masing-masing.
Dan percaya ga percaya hal itu ternyata cukup untuk jadi alasan bagi orang-orang tertentu buat underestimating orang lain yang ga punya bakat atau kesukaan kaya dia.
As an example..
Gue kuliah di teknik, dimana pastinya gue harus pahan betul apa itu science, teknologi, juga ilmu sosial, karena di Teknik Industri tempat gue kuliah, manusia jadi salah satu komponen yang dibahas dan dipelajari perilakunya
Ada juga yang kuliah di jurusan yang berhubungan dengan memasak, sekolah koki misalnya. Dia belajar soal rasa. Juga gimana cara menyajikan makanan dengan cantik dan menarik agar menggugah selera, gitu lah kurang lebih.
Dan sebenernya. On my point of view nih, kesuksesan itu tergantung dari art-nya. Dari seni gimana kita hidup dengan menjalani ilmu yang kita perdalam. Bukan dari JURUSAN. Pada dasarnya yang mampu membuat orang berkembang pikirannya terhadap inovasi itu ya tergantung dari segi gimana mereka mikir.
Makin nyeni, makin kritis, makin pengen tau, makin pengen create something different yang belum di-invent oleh indivindu manapun di seluruh semesta ini.
So, lo boleh, malah tolong! Bilang gue bego kalo gue secara sadar maupun engga terlihat underestimating another by their proffesion hanya karena gue jago di satu bidang doang.
Seorang insinyur, ga boleh merendahkan koki koki keren itu yang udah memenuhi kehausan akan art mereka terhadap makanan.
Dan koki koki keren itu juga ga boleh ngrendahin insinyur yang udah memenuhi kehausan art mereka tentang teknologi.
Bagaimanapun pada akhirnya semua orang bisa milih apapun yang mereka sukai.
Insinyur ga seharusnya memperdalam ilmu masak memasak, tapi kalo suka ya lakukan saja. Kalo ga suka, ya ga usah ngrendahin.. Lo juga kalo diadu sama si koki belom tentu bisa masak enak dan bikin makanan yang cantik toh?
Koki ga seharusnya ngerti teknologi, tapi kalo suka ya ga ada yg ngelarang buat memperdalam itu.
Manusia tuh udah terbatas, jangan bikin batasan-batasan lain lagi.
Hargai bakat masing-masing. Diem. Nikmatin bakat orang. Dan bikin bakat kita juga bisa dinikmati.
Kita semua sedang ART-ing. Cuma beda aja caranya.
Ayo tertawa bersama!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar